Senin, 14 November 2022

Empat Tips untuk Mengetahui Minat dan Ketertarikan Anak (part 1)

Assalamu'alaikum Parent!

Alhamdulillah, semoga dalam keadaan sehat ya semua๐Ÿ˜Š

Pada sesi #ParentTips hari senin ini, AdamHawa akan membagikan tips seputar bagaimana mencari tahu minat yang dimiliki anak-anak. Disimak ya!

Mengetahui minat anak sejak dini penting dilakukan oleh orang tua agar kita bisa mengenali letak kekuatan dan kelebihan mereka. Selanjutnya, dengan mengetahui hal ini kita bisa membantu mereka untuk membangun kesadaran dan kepercayaan diri atas potensi dan kelebihan yang mereka miliki. Selain itu, dengan mengetahui minat anak sejak dini, mereka bisa mempersiapkan diri mereka sendiri ketika memasuki masa usia sekolah dengan memilih aktivitas yang sesuai dengan minat mereka.

Langsung saja ya Parent, berikut adalah tips bagaimana mengetahui minat anak-anak.

1.          Amati bagaimana mereka bermain

Photo by Sigmund on Unsplash

Anak terlahir secara alamiah dengan memiliki jiwa bertualang dan imajinatif. Permainan yang biasa mereka mainkan yang kita saksikan setiap hari merupakan cara mereka bercerita dan memyalurkan imajjinasi tak terbatas yang mereka miliki. Melalui pengamatan dan beberapa perlakuan yang dilakukan secara tepat dapat membantu orang tua untuk jeli dalam menemukan minat dan ketertarikan anak-anak terhadap suatu hal.

Cooking class di Adam Hawa

Ada banyak macam cara yang bisa dilakukan untuk mengamati anak-anak ketika mereka bermain. Pointnya adalah untuk mengumpulkan informasi yang lengkap agar perlakukan yang diberikan juga tepat. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba.

-  Daftar aktivitas ketertarikan (Interest activity checklist), buatlah semacam daftar kegiatan kegiatan yang pada umumnya diminati dan disukai anak-anak. Ini berguna untuk mengetahui kekuatan dan skill yang mereka miliki. Cobalah untuk memasukkan informasi yang detail. Semakin detail akan semakin baik.

-   Dokumentasi kegiatan harian (Documenting), ini bisa dibilang sebagai portofolio anak-anak. Bisa berupa foto dan video yang merekam momen anak ketika mereka bermain.

-  Catatan peristiwa (Anecdotal Records), atau catatan yang merangkum berbagai peristiwa (event) yang telah dilewati anak-anak dimasa lampau. Dengan menggunakan teknik ini dapat diketahui kebiasaan dan bagaimana anak merespon peristiwa atau pengalaman belajar yang mereka lewati.

-   Catatan belajar (Learning stories), atau menuangkan pengalaman, keputusan yang dibuat oleh anak, juga dampak dari keputusan tersebut selama proses bermain mereka dalam sebuah cerita pendek.

2.          Catat!

Selain melakukan observasi, hal yang tidak kalah penting adalah mencatat. Yups, jadi bukan cuma anak sekolah ya yang punya kewajiban mencatat Parent, orang tua pun sebaiknya tidak meninggalkan kebiasaan ini walaupun sudah berganti peran sebagai orang tua.

Photo by Green Chameleon on Unsplash

Orang tua memiliki banyak kesibukan, apalagi mereka yang tetap memilih berkarir setelah memiliki anak. Oleh karenanya, untuk menghindari ‘lupa’ penting sekali untuk menyiapkan satu buku catatan atau bisa juga memanfaatkan fitur catatan pada gawai untuk menulis hasil pengamatan dan juga minat yang ditunjukkan oleh anak-anak. Parent bisa memulai dengan membuat daftar pertanyaan sederhana seperti tentang apa yang disukai dan yang tidak disukai oleh anak-anak. Beberapa contoh pertanyaannya adalah:

-       Apa yang membuat anak-anak tertawa atau tersenyum?

-       Apa hal yang menyita perhatian mereka?

-       Apa yang membuat mereka merasa senang?

-       Apa yang membuat mereka mau mencoba hal baru?

-       Apa kegiatan yang paling sering mereka lakukan?

-       Apa kegiatan yang bisa memicu kerja keras mereka?

Setelah mengumpulkan informasi yang cukup lengkap, Parent akan memperhatikan jika minat anak bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu yang sifatnya personal dan situational. Ketertarikan yang sifatnya personal mencakup hal-hal umum seperti, hal dan aktifitas yang mereka sukai. Sedangkan situational interest lebih kepada sebuah peristiwa, event atau aktivitas yang menarik minat mereka secara alami untuk turut berpartisipasi. Dengan mencatat hal detail terkait kedua hal ini, Parent akan lebih mudah dalam memberikan respon dan perlakuan yang sesuai terhadap apa yang disukai dan yang tidak disukai oleh anak-anak.

Sekian dulu ya Parent untuk tipsnya, bagian kedua akan berlanjut pada sesi #ParenTips selanjutnya. Sampai jumpa!

Wassalam

Adam&Hawa

Author & Editor

0 comments:

Posting Komentar