Rabu, 23 November 2022

Permainan Sensorial pada Sekolah Montessori

 Assalamu’alaikum Parent!

Di rabu sore ceria kali ini pembahasan sesi ParentHarusTahu masih berkaitan dengan sistem sensori pada anak. Kali ini AdamHawa akan coba bahas lebih mendalam lagi tentang manfaat mengenalkan aktivitas bermain yang dapat merangsang sensorial bermain pada anak. Langsung di simak ya.

Apakah semua aktivitas bermain yang dilakukan anak dapat merangsang sistem sensori mereka? Jawabannya iya jika aktivitas tersebut melibatkan kelima sistem sensori anak. Memang apa sih manfaatnya aktivitas bermain yang melibatkan sistem sensori dengan yang cuma main ala kadarnya?

Jadi begini ya Parent, permainan sensori memiliki fokus utama untuk melibatkan setiap sistem sensori pada anak dan disaat yang bersamaan membantu mengembangkan kinerja sistem sensori tersebut. Lebih lanjut, permainan sensorial dapat membantu perkembangan kemampuan kognitif, kemampuan bahasa dan juga skill motorik –yang nantinya dapat membantu proses belajar mereka di masa depan dan membangun karakter personal dan interpersonal Permainan sensorial juga meningkatkan kemampuan berinteraksi dan menumbuhkan ketertarikan anak-anak terhadap hal-hal baru di sekitarnya.

Dan, dibalik itu permainan sensorial ternyata juga mampu megembangkan dua sistem sensori yang sepertinya kurang mendapat perhatian, yaitu proprioseptif dan vestibular. Nah lho apa lagi dah ini.

Pada artikel sebelumnya sempat dibahas bahwa ada yang namanya sensori integrasi yang merupakan proses mengenal, mengubah dan membedakan sensasi dari sistem sensori untuk menghasilkan suatu respon berupa ‘perilaku adaptif bertujuan’. Peristiwa sensori integrasi menggabungkan berbagai informasi dari gabungan indera-indera manusia menjadi sebuah informasi yang utuh. Nah, informasi inilah yang lebih lanjut akan dibantu ‘diterjemahkan’ oleh sensori proprioseptif (gerakan) dan vestibular (keseimbangan) dalam bentuk respon yang paling sesuai.

Indera proprioseptif terkait dengan respon berupa gerakan.  Indera ini akan membangun kesadaran di dalam tubuh anak dan membentu mereka untuk mengetahui bagian-bagian tubuh yang saling berkaitan satu sama lain dan memberi informasi tentang seberapa besar ‘kekuatan’ yang dikerahkan untuk melakukan respon memegang, mendorong, menarik dan mengangkat. Sedangkan indera vestibular berkaitan dengan keseimbangan yang akan membantu anak menjaga keseimbangan ketika mulai berkesplorasi dengan berbagai aktivitas. 

Berikut adalah penjelasan singkat dari beberapa tipe permainan sensorial pada sebuah kurikulum sekolah montessori.

Visual, anak belajar hal baru melalui penglihatan mereka. Pada sekolah montessori, benda-benda yang dilihat oleh anak lebih lanjut didasarkan pada beberapa hal seperti berdasarkan dimensi (ukuran, panjang, lebar dan kedalaman) dari suatu objek, warma dan juga bentuk.

Taktil, area permainan ini berkaitan dengan seluruh kegiatan yang melibatkan indera peraba. Melalui sentuhan, anak-anak akan belajar perbedaan tekstur dari setiap benda, mempertajam kepekaan dan pemahaman mereka terhadap lingkungan sekitar. Pada satu kesempatan anak-anak akan bermain untuk mengelompokkan benda-benda yang berbahan sama dengan mata tertutup. Dalam permainan sejenis ini, anak-anak akan mengandalkan indera peraba mereka dan ketika berhasil menyelesaikannya maka tumbuh perasaan bangga terhadap suatu pencapaian.

Baric work, permainan yang berkaitan dengan tekanan dan berat untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman terhadap objek di sekitar mereka.

Thermic work, permainan yang berhubungan dengan suhu, membantu anak agar mampu membedakan suhu benda.

Auditory work, permainan yang berkaitan dengan bagaimana anak membangun persepsi dan membedakan satu suara dengan suara lainnya

Olfactory work, berfokus pada indera pencium yang membantu anak untuk membedakan bebauan.

Gustatory work, jenis permainan yang dapat membantu anak untuk membedakan dan mengetahui bagaimana sesuatu dapat memiliki rasa yang berbeda.

Practical life, permainan yang membantu anak untuk menjadi lebih mandiri untuk menyelesaikan tugas rumah yang sederhana.

Sensorial, permainan untuk melatih kelima sistem indera anak, yaitu pendengaran, penglihatan, peraba, penciuman, dan pengecap.


Maths, permainan yang secara umum membantu kemampuan matematika anak, mengenalkan matematika dengan cara yang menarik dan menjadi seusatu yang ingin mereka pelajari.


Language, adalah kemampuan yang ternyata perkembangannya sudah dimulai sejak lahir. Dr. Maria Montessori menjelaskan jika pada usia enam tahun, anak-anak berada pada tahap ‘penyerap’. Mereka akan menyerap berbagai bahasa yang mereka dengan di lingkungannya.

Cultural, pada umumnya pelajarn kultural pada sekolah montesori terdiri atas lima yaitu bertanam, beternak, geografi, sejarah, musik, seni dan ilmu umum.

Semoga dengan pembahasan kali ini, bisa menjawab pertanyaan Parent terkait dengan bagaimana anak-anak di sekolah montesori bisa mengembangkan kemampuan yang mereka miliki secara maksimal dan efektif, AdamHawa akan kembali lagi dengan pembahasan yang masih terkait dengan permainan sensorial di sesi ParentHarusTahu selanjutnya.

Sampai jumpa.

Wassalam!

Adam&Hawa

Author & Editor

0 comments:

Posting Komentar