Selasa, 22 November 2022

Kemampuan Sensori Anak. Maksudnya Apa sih?

Assalamu’alaikum Parent!

Artikel untuk sesi ParentHarusTahu kali ini benar-benar akan memberi informasi yang tentunya tidak kalah bermanfaatnya dengan artikel0artikel sebelumnya :D

Untuk Parent yang sudah mendaftarkan anaknya di Sekolah Montessori Islam Adam Hawa pasti sudah tidak asing lagi nih dengan istilah sensori. Bagi yang belum paham, disimak baik-baik ya artikel di bawah.

Happy reading!

Momen ketika anak dilahirkan, mereka secara konsisten akan menggunakan sistem sensori yang mereka miliki untuk mengeksplor dan mengetahui hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Mereka akan menyerap informasi di sekitar melalui organ-organ sensori mereka, seperti mata dan telinga. Yups, jadi sebenarnya yang di maksud dengan sistem sensori disini adalah kelima panca indera yang dimiliki manusia pada umumnya, yaitu sistem visual (penglihatan), sistem auditory (pendengaran), sistem somatosensory (perabaan), dan sistem gustatory (pengecapan).

Perkembangan sistem sensori pada anak sangatlah penting, secara keseluruhan proses perkembangan ini akan menunjang proses belajar anak untuk mengenal lingkungan sekitarnya. Berdasarkan pengarang buku “The Young Child in Context: A Psycho-Social-Perspective” –Marike de Witt, bayi mulai memberi respon terhadap rangsangan sejak mereka lahir. Walaupun tahap perkembangannya belum sempurna, bayi akan memberikan respon seperti memutar kepala mereka kepada sumber suara, menatap benda-benda sekitar mereka dan merasakan tangan dan kaki mereka dengan sentuhan.

Di awal perkembangan sistem sensori ini, anak akan mulai mengakrabkan diri dengan Interaksi yang umumnya terjadi di lingkungan sekitar mereka, seperti suara bercakap-cakap anggota keluarga. Selanjutnya mereka akan mulai membangun koordinasi antara mata dan tangan dan menggunakan tangan mereka untuk menyentuh apa yang mereka lihat. Selanjutnya mereka akan melakukan eksplorasi menggunakan mata-tangan-mulut dengan meletakkan benda-benda ke mulut mereka –yang keseluruhan proses ini akan merangsang perkembangan sistem pengecapan.

Setelah melalui beberapa saat, ketajaman penglihatan mereka mulai terbangun, membuat mereka mampu untuk bergerak tanpa terjatuh ketika menaiki tangga atau berjalan di antara barang-barang. De Witt menambahkan bahwa walaupun sistem sensori ini berkembangan secara terpisah, namun di akhir tahun pertama anak akan memasuki proses integrasi sensori yang artinya mereka akan mampu memproses beberapa tipe informasi sekaligus, terutama penglihatan dan pendengaran.

Anak yang memiliki perkembangan sistem sensori yang sehat akan memberikan pengaruh yang signifikan ketika mereka mulai masuk usia sekolah. Perkembangan sensori anak dijadikan acuan untuk memonitor keseluruhan tahap perkembangan anak. Misalnya, ketika anak tidak memperlihatkan progress yang baik dalam hal kebiasaan dan perkembangan fisik yang seharusnya terjadi di usia mereka, bisa jadi merupakan indikasi bahwa anak memiliki masalah dalam memproses dan mengerti lingkungan yang baru mereka temui. Itulah mengapa penting untuk memperhatikan kurikulum yang dimiliki sekolah, karena perkembangan sistem sensori anak ‘seharusnya’ akan semakin terangsang ketika mulai bersekolah karena jangkauan eksplorasi yang semakin luas.

Berikut adalah beberapa aktifitas yang dapat memacu perkembangan sensori bergantung umur anak

Bayi, memperlihatkan gelembung yang ditiup ke udara dan membuat kontak langsung, misalnya menyentuh, meremas kertas untuk merangsang sistem peraba dan suara.

Photo by Kai Dahms on Unsplash

Balita, memperlihatkan bayangan di dinding yang dibuat melalui senter, observasi warna dan pola melalui aktivitas melukis dengan langsung dengan tangan.

Photo by Ana Klipper on Unsplash

Pre-school, bermain dengan pasir atau tanah untuk membuat bentuk dan merasakan beragam tekstur, bermain alat musik untuk membedakan suara dan nada dan berekplorasi dengan bangun ruang.

kelas Sensorial di Sekolah Montessori Islam Adam Hawa

Perkembangan sistem sensori akan membantu anak untuk membedakan warna, tekstur, bunyi dan rangsangan lainnya yang nantinya akan membantu mereka ketika mulai memasuki masa usia sekolah tingkat lanjut. Keseluruhan proses belajar melalui perkembangan sistem sensori ini lebih lanjut akan membantu mereka untuk bermain dengan aman dan berinteraksi dengan sekitar dan juga membantu perkembangan otak mereka.

Masyaallah, lumayan panjang juga ya bahasan kali ini Parent. Semoga tidak jadi penyebab untuk berhenti main ke blog Adam Hawa ๐Ÿ˜Š karena disini Parent akan menemukan banyak tips dan informasi mengenai tumbuh kembang anak.

Sampai jumpa di sesi ParentHarusTahu lainnya ya Parent

Wassalam!

 


Adam&Hawa

Author & Editor

0 comments:

Posting Komentar