Selasa, 29 November 2022

Manfaat Permainan Sensorial untuk Pertumbuhan yang Merata dan Menyeluruh Pada Anak

Assalamu’alaikum Parent, selamat pagi!

Alhamdulillah pada pagi hari ini, pemabahasan kita akan masih seputar tentang bagaimana permainan sensorial pada sekolah montessori bisa memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan anak-anak. Selamat membaca ๐Ÿ˜Š

Secara umum, manfaat sistem bermain sensorial membangun hubungan antar saraf di otak yang selanjutnya akan bermanfaat bagi anak ketika mereka berusaha menyelesaikan aktivitas yang kompleks. Dua orang terapis –Leah Young, CTSR dan Suzanne Messer, MS, OTR/L, menguraikan bagaimana permainan sensorial dapat membantu perkembangan anak.

Mengembangkan kemampuan berbahasa

Ketika anak-anak melakukan permainan sensorial bersama dengan sebayanya, mereka memiliki kesempatan yang tidak terbatas untuk berlatih berkomunikasi secara verbal. Kemampuan berbahasa ini berkembang secara alami selama proses bermain sensori. Messer mengungkapkan ketika seorang anak berpartisipasi dalam permainan yang melibatkan sistem sensori, mereka belajar melalui pengalaman di lingkungan mereka dan belajar macam-macam cara untuk mengomunikasikan perasaan, pendapat, ide, apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Dengan pelibatan sistem sensori, anak akan belajar bagaimana mendeskripsikan apa yang mereka lakukan, perasaan yang dialami dan mulai berkomunikasi untuk mendeskripsikan sesuatu.

Saat kemampuan berbahasa secara verbal mereka terbentuk, ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk bekal belajar membaca. Di satu sisi, ketika mereka aktif menggerakkan jari-jari dan tangan, ini menjadi dasar yang penting untuk mengmbangkan kemampuan berbahasa melalui tulisan.

Mengembangkan keterampilan motorik halus, kemampuan ini mencakup kemampuan-kemampuan sederhana seperti mengikat tali sepatu, menulis dan mengancingkan jaket. Jika dikaitkan dengan jenis-jenis permainan sensorial pada artikel sebelumnya, keterampilan motoric halus bisa dikembangkan melalui permainan taktil. Melalui permainan taktil yang berfokus pada membangun, menuang dan mencampur –akan membantu anak untuk menggunakan beberapa kelompok otot kecil dan mengoordinasi beberapa gerakan.

Mengembangkan keterampilan motorik kasar.

Ketika anak-anak bermain, mereka akan menyentuh dan menggerakkan sebagai bentuk aktivitas eksplorasi terhadap bentuk dan tekstur benda-benda di sekitar mereka. Ketika melakukan aktivitas memutar, menuang, dan menjepit, mereka berlatih dan menyempurnakan kerja otot-oto kecil –terutama jari-jari dan tangan. Ketika melakukan aktivitas-aktivitas yang cenderung melibatkan banyak gerakan kompleks seperti merangkak, melompat, menendang, memanjat, dan berlari –di saat yang bersamaan berinteraksi dengan benda-benda seperti tangga, bola, dan properti bermain lainnya, mereka mengembangkan kemampuan otot besar di bagian lengan, kaki, betis, dan otot inti di bagian perut.

Mengembangkan kemampuan kognitif,

Aktivitas-aktivitas seperti, mengamati, bertanya, memikirkan bagaimana sesuatu berkerja, bereksperimen dan menganalisa hasil merupakan tanda-tanda yang menunjukkan pertumbuhan kognitif yang sehat pada anak. Ini berkaitan dengan mempelajari, mencari tahu hal-hal baru dan menyelesaikan masalah yang kedepannya akan membantu mengembangkan proses berpikir anak-anak.

“Melalui permainan sensori, anak-anak akan merasakan pengalaman yang berbeda dan bagaimana mencari jalan keluar dan tantangan dan masalah yang mereka temukan, seperti, bagaimana cara mengambil sesuatu dalam sebuah container atau bagaimana cara menjaga keseimbangan ketika berayun. Ungkap Messer.

Memberikan efek ‘ketenangan’

Yes, jadi jika sistem sensori digunakan dengan efektif efek positif lain yang bisa didapatkan adalah memberi suasana yang lebih tenang. Lebih lanjut, Messer menjelaskan jika permainan sensorial dapat membantu untuk mengendalikan gejolak emosi pada diri anak. Permainan sensorial dapat membantu anak yang sangat aktif dan sulit untuk memusatkan perhatian pada suatu hal. Tekanan pada sebuah pelukan, bantalan pangkuan dan kursi sensorik dapat membantu menenangkan dan memberi sinyal bahwa sudah waktunya untuk fokus.

Memacu perkembangan interaksi sosial dan emosi

Dengan melakukan permainan sensorial dengan teman atau saudara, anak-anak terbiasa untuk mulai membangun kemampuan bersosialisasi dan berbagi. Mereka akan belajar bagaimana cara berkomunikasi, menyelesaikan masalah dan berdaptasi dengan cara bermain yang berbeda yang dimiliki oleh sebaya mereka. Selain itu, mereka juga mampu membangun perasaan empati, belajar untuk melihat situasi dari sudut pandang temannya yang lain –yang dapat bermanfaat untuk menumbuhkan mindfulness atau perhatian.

Selain karena manfaatnya, permainan sensorial pada masa-masa awal perkembangan anak sangat penting karena mendorong pendidikan yang inklusif dan penerimaan. Orang dewasa memberikan panduan bermain yang aman dan baik (sesuai dengan tahapan perkembangan anak), akan memberi kebermanfaatn yang merata untuk anak-anak, walaupun mereka memiliki perbedaan kondisi, seperti perbedaan bahas atau berkebutuhan khusus.

Lumayan panjang juga ya pembahasan kali ini, tapi Insyaallah esensinya dapat ya Parent. Jangan bosa-bosan mampir ke blog AdamHawa, karena di sini Parent akan mendapat banyak informasi bermanfaat tentang dunia anak-anak.

See you on other sections –sampai jumpa di sesi selanjutnya!

Wassalam!


Adam&Hawa

Author & Editor

0 comments:

Posting Komentar