Rabu, 09 November 2022

Tiga Cara Efektif dan Mudah untuk Mengimbangi 'Keaktifan' Si Kecil

Assalamu'alaikum Parent! Semoga dalam keadaan sehat ya ๐Ÿ˜‡

Di sesi ParentHarusTahu kemarin sempat di bahas kan kalau gerakan aktif pada anak-anak adalah manifestasi dari sikap keingintahuan mereka terhadap sesuatu yang ada di sekililing mereka dan sebaiknya, peran orangtua tidak lantas membatasi keingintahuan tersebut. 

Tapi kadang-kadang (sering) kita sebagai orang tua tidak bisa mengimbangi keaktifan mereka. Anaknya seperti tidak ada capeknya, maunya main terus, eksplor ini itu, berantakin rumah *ups. Tapi kalau dilarang kasihan juga, apalagi kemarin sudah baca blog AdamHawa kan ya, kalau membatasi ruang gerak anak dalam bermain bisa menghambat proses tumbuh kembang mereka.

Hmm, jadi serba salah nih.  

Alhamdulillah, cheer up, Parent! pada sesi ParentTips kali ini, AdamHawa ingin membagikan tips bagaimana cara sederhana untuk 'berdamai' dengan keaktifan si kecil. Berikut tips-tipsnya, disimak ya!

1. Sediakan jadwal dan tempat

Atur jadwal khusus agar anak dapat menyalurkan keaktifan mereka secara efektif. Idealnya untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, bisa di halaman rumah atau taman perumahan atau kota yang memiliki fasilitas bermain untuk anak. Jadwal yang paling bagus biasanya pada pagi hari atau sore hari. Dilansir dari laman theeducatorsspinonit.com salah seorang orangtua mengaku bahwa anak-anak mereka bisa menghabiskan waktu di luar rumah selama 4-6 jam sehari jika cuaca sedang tidak hujan.  Jika di musim hujan, Parent tetap bisa mendukung keaktifan mereka di dalam rumah dengan menyiapkan satu ruangan yang difungsikan khusus untuk ruang bermain.

2. Eksplor minat anak

Ketika sedang menemani mereka bermain, Parent jangan sibuk bermain hp ya, tapi perhatikan dan amati aktifitas yang dipilih oleh anak untuk menyalurkan energi mereka. Walaupun mungkin sama-sama aktif tapi mereka memiliki cara masing-masing untuk mengekspresikan keaktifan mereka. Dari sini, Parent selanjutnya bisa menyediakan jenis aktifitas yang sesuai dengan minat anak. Jadi kesannya tidak asal 'aktif' bergerak kesana kemari, tapi juga membantu membangun fokus mereka terhadap aktifitas yang mereka pilih.

Ada kalanya kalau Parent tidak mampu membersamai anak karena satu dan lain hal. Jadi alternatifnya, menjelang waktu tidur, Parent bisa nih bertanya, mengajak anak bercerita mengenai kegiatan apa saja yang dilakukan mereka selama seharian ini, terutama bagi anak-anak yang terdaftar di daycare atau sudah masuk usia sekolah taman kanak-kanak maupun sekolah dasar.  

3. Salurkan keaktifan

Ajari anak untuk menyalurkan keaktifan mereka selain melalui bermain, misalnya dengan cara memberinya kesempatan untuk membereskan kembali mainan yang telah dipakainya bermain ke tempatnya semula. Selain itu bisa juga dengan mengajak anak-anak untuk membantu membuat cemilan sederhana dan membagikannya untuk orang-orang di rumah. Parent bisa menggunakan peralatan makan yang tidak berbahaya apabila tanpa disengaja dijatuhkan oleh anak.

Alternatif lainnya adalah ketika Parent sudah bisa menebak potensi 'keaktifan' anak biasanya disalurkan pada kegiatan apa, Parent bisa mendaftarkan anak-anak pada satu kelas. Misal, si kecil punya hobi corat coret dinding, Parent bisa mendaftarkan si kecil pada kelas menggambar dan mewarnai. Pastinya, sebelum memutuskan untuk mendaftarkan, pastikan Parent tanyakan dulu kesediaan anak ya, apakah memang tertarik untuk mengikuti kelas tersebut. 

Tentunya ketiga tips di atas bisa disesuaikan dengan kondisi Parent dan anak-anak di rumah ya dan juga untuk bagian eksplorasi minat anak dibutuhkan kesabaran karena umumnya tidak bisa langsung ditemukan dalam jangka waktu sehari dua hari.

Bagaimana mudah bukan, Parent? Selamat mencoba ya ๐Ÿ’ช

Sampai jumpa di sesi selanjutnya.

Wassalam!

  


 

Adam&Hawa

Author & Editor

0 comments:

Posting Komentar