Senin, 05 Desember 2022

Anak dan Gula 101: Mengapa Anak Menyukai Gula? (Bagian 1)

Photo by Patrick Fore on Unsplash

Assalamu’alaikum! Selamat pagi, Parent! Semoga dalam keadaan sehat ya ๐Ÿ˜Š

Pada sesi #ParentHarusTahu hari ini, AdamHawa akan membahas terkait kebiasaan makan pada anak nih Parent, yaitu kebiasaan favorit anak untuk mengonsumsi makanan manis atau gula. Di simak baik-baik ya, Parent!

Sebelum mamsuk ke inti pembahasan, mari kita berkenalan dulu dengan ‘gula’. Sebenarnya gula itu apa sih, Parent?

Gula merupakan salah satu jenis karbohidrat terlarut yang memiliki rasa manis. Karbohidrat sendiri merupakan salah satu zat gizi makro yang diperlukan oleh tubuh. Dalam dunia kimia, gula dinamakan sukrosa. Gula atau sukrosa ini dihasilkan oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis. Sama halnya lemak yang berfungsi sebagai sumber energi, gula yang merupakan salah satu jenis karbohidrat juga berperan sebagai salah satu sumber alternatif energi bagi tubuh.

https://i0.wp.com/www.sugar.org/wp-content/uploads/TSA18-004-Creative-Photosynthesis-Graphic_wLogo.png?w=2000&ssl=1

Mayoritas anak-anak menyukai makanan karena rasa ‘enak’ yang ditawarkan oleh makanan manis, entah itu cokelat, permen, cake, cookies, dan lainnya. Tidak jarang ketika orang tua yang mengajak anak-anak saat melakukan kegiatan belanja bulanan –selain meminta untuk dibelikan mainan, anak-anak juga tidak akan lupa untuk meminta jajanan manis yang mereka jumpai.

Walaupun masih berupa opini berdasarkan hasil penelitian, ternyata ada alasan ilmiah dibalik ketertarikan anak terhadap –bukan hanya panganan manis, namun juga yang asin.

Julie Mennella, seorang biopsikologi dan ketua penelitian Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, mengungkapkan:

“Para peneliti sudah mengetahui jika anak-anak lebih menyukai makanan dengan rasa yang manis dan asin dibandingkan orang dewasa dan anak tidak perlu belajar untuk melakukannya. Namun belum ada yang mampu mengungkap alasan pasti dibalik hal tersebut.”.

Hasil penelitian ini juga menduga jika hal ini terjadi karena anak sedang berada pada masa pertumbuhan mereka. Anak-anak menyukai makanan manis karena membutuhkan kalori sebagai sumber energi untuk bertumbuh. Julie menambahkan jika hal ini dilihat dari sudut pandang evolusi hal ini cukup masuk akal karena anak-anak yang lebih banyak mengonsumsi kalori memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk bertahan hidup.

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Lantas kenapa sih konsumsi gula selalu dikaitkan dengan berbagai permasalahan kesehatan jika gula ternyata merupakan sumber energi yang artinya bermanfaat bagi tubuh? Jawaban paling sederhananya adalah karena dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan dan tidak disertai dengan konsumsi zat gizi lainnya.

Bagi beberapa orang tua, konsumsi gula yang berlebihan bisa menjadi kekhawatiran tersendiri terlebih jika terdapat riwayat penyakit diabetes dalam garis keturunan. Selain itu, ketika anak-anak tidak memiliki kebiasaan makan yang ‘terjadwal’ terhadap gula –misalnya keinginan untuk makan makanan manis tiap kali berkunjung ke minimarket hal lain yang dapat terjadi adalah membuat anak-anak akan semakin bergantung terhadap gula.

Hmm … maksudnya 'ketergantungan' gimana nih? Parent, penasaran? Tunggu kelanjutannya di sesi #ParentHarusTahu selanjutnya ya. Sampai jumpa dan selamat beristirahat!

Wassalam!

Adam&Hawa

Author & Editor

0 comments:

Posting Komentar