Senin, 02 Januari 2023

Parent, Yuk Bantu Anak Menentukan Tujuan Saat Tahun Ajaran Baru! (Bagian 1)

Assalamu’alaikum, Parent! ๐Ÿ˜Š

Alhamdulillah, hari ini adalah hari senin pertama di tahun 2023 ya, Parent. Apapun tujuan, target, rencana yang Parent miliki di tahun ini, semoga diwujudkan dan diridhai oleh Allah SWT ๐Ÿ˜Š

Artikel pertama di awal tahun 2023 hari ini akan kembali pada sesi #ParentHarusTahu yang khusus akan membahas bagaimana –Parent sebagai orang dewasa membantu anak-anak untuk menyusun target yang ingin mereka capai di tahun ajaran baru sekolah.  

Istilah back to school ataupun new year school bagi anak-anak yang baru hendak memulai perjalanan sekolahnya, keduanya merupakan momentum bagi anak untuk belajar menentukan tujuan atau target yang ingin mereka capai selama masa tersebut. Menetapkan tujuan tidak hanya membantu anak-anak mendapatkan pengalaman terbaik dalam masa sekolah tetapi sebagai kesempatan untuk belajar mengasah keahlian yang berkaitan dengan mencapai tujuan dan target.

Photo by Deleece Cook on Unsplash

Kalau di Indonesia, kita familiar dengan budaya dan kebiasaan ‘mempersiapkan’ (membeli) benda-benda untuk dipakai anak sebelum masuk sekolah, seperti, sepstu, tas dan perlengkapan lainnya. Hal ini tidak salah dilakukan, namun Parent juga harus membantu anak –lebih tepatnya menanyai mereka tentang kehidupan bersekolah seperti apa yang mereka inginkan dan apa yang hendak mereka capai dalam tahun ajaran baru. Tugas Parent selanjutnya adalah membantu mengubah ‘resolusi’ anak menjadi aksi nyata yang akan membawa mereka pada tujuan yang hendak mereka raih.

Mengapa perlu menentukan tujuan?

Anak-anak mungkin terinspirasi untuk menyelesaikan satu bagian buku untuk dibaca sendiri, mengikat tali sepatu secara mandiri, menulis kalimat pertama mereka atau menguasai kemampuan matematika dasar. Atau, mereka mungkin berharap untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, mendapatkan teman baru atau percaya diri ketika berbicara di depan kelas, datang ke sekolah tepat waktu, mendapatkan ranking yang tinggi di kelas, tepat waktu menyelesaikan pekerjaan rumah dan sederet target-target baik lainnya.

Hal yang Parent bisa lakukan adalah –terlepas dari apapun tujuan dan target sekolah yang anak miliki, memberi jeda untuk merencanakan langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut sebelum anak masuk sekolah. Hal ini dapat membantu anak-anak untuk memiliki ‘awal’ dan persiapan yang lebih matang, membantu terbentuknya pola pikir yang positif dan yang terpenting adalah agar mereka siap untuk mencapai target mereka sendiri.

Belajar menentukan tujuan dan target (dan brusaha mencapainya) mampu menumbuhkan sikap kemandirian dan memahami bahwa mereka memiliki kendali penuh atas apapun yang hendak mereka capai, tetapi Parent tetap mengarahkan yang sesuai dengan fitrah mereka. Ketika anak memutuskan hal apa yang hendak ingin mereka raih, mereka akan termotivasi untuk menyelesaikan hal tersebut karena alasan ‘kepuasan’ sendiri dan ajang untuk belajar hal baru, bukan karena ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain atau hanya termotivasi karena adanya hadiah.

Alasan penitng lainnya mengapa anak perlu menentukan tujuan dan target dalam perjalanan sekolah mereka adalah dapat membantu anak menjadi sosok yang ‘punya visi dan misi’ sejak usia dini, pembelajar yang bertanggung jawab, mampu memotivasi orang lain dan membantu anak untuk terlibat lebih jauh lagi dengan perjalanan akademik mereka selanjutnya. Lebih lanjut, target dan tujuan membuat mereka mampu lebih sadar dan sepenuhnya hadir dengan kehidupan mereka saat ini dan bersemangat menantikan hari-hari selanjutnya. Momen mereka menentukan tujuan dan target adalah suatu momen yang juga sangat bermanfaat bagi Parent untuk memperkuat ikatan orangtua terhadap anak.

Mendefinisikan ‘tujuan’

Pertama, pastikan anak memahami apa yang dimaksud dengan ‘menentukan tujuan’. Menentukan tujuan akan terlihat susah saat anak-anak tidak mengetahui makna dari kata tersebut. Parent bisa mencobanya dengan menjelaskan konsep dari tujuan itu sendiri; tujuan adalah sesuatu yang ingin diraih oleh seseorang. Tujuan akan tercapai ketika seseorang membuat rencana dan melakukan setiap langkah-langkah yang telah direncakan. Analogi yang bisa digunakan adalah melaui olahraga, seperti permainan sepakbola. Anak mungkin paham bahwa dalam permainan sepakbola, ‘goal’ adalah ketika pemain memasukkan bola ke dalam net. Jelaskan kepada anak, bahwa ketika pemain sepakbola memasukkan gol ke dalam net adalah hasil dari kerja keras yang mereka lakukan. Untuk mencetak gol, diperlukan percobaan dan berbagai teknik untuk mencetak satu gol. Melalui penjelasan ini, anak akan belajar memahami tentang ‘proses’ yang harus mereka lewati dan rencana yang harus mereka lakukan untuk membuat sebuah tujuan atau ‘gol’ dapat terwujud.

Jangan hanya memberi arahan, tapi dengarkan

Ketika Parent menginginkan anak untuk belajar menetapkan tujuan mereka, pastikan mereka berperan penuh terhadap prosesnya. Pastikan bahwa Parent mendengarkan dengan seksama apa yang hendak mereka raih. Di dalam prosesnya, Parent boleh memvalidasi atau mengajukan pertanyaan tentang apakah tujuan tersebut tidak melanggar apapun yang merupakan fitrah mereka sebagai anak-anak.

Jika Parent takut, anak-anak mungkin menetapkan ‘target’ yang terlalu berat atau memiliki kecenderungan terhadap hal-hal negatif, Parent bisa memberikan contoh langsung dari tujuan yang Parent miliki sendiri. Namun, sekali lagi, berikan mereka ruang untuk mempertimbangkan semuanya. Parent bisa memberi arahan seperti memberitahu aspek kelebihan anak yang bisa mereka tingkatkan namun jangan mengambil alih sepenuhnya.

Bagi anak-anak yang baru saja memasuki usia taman kanak-kanank atau sekolah dasar, mereka mungkin belum memiliki pemahaman yang baik terkait tujuan dan segala prosesnya. Dalam hal ini, Parent boleh mengambil porsi besar dalam membantu anak untuk mencari tahu jika mereka memiliki satu hal yang ingin dicapai selama masa sekolah. Dengan mengajukan pertanyaan, anak-anak akan terangsang tentang hal yang mungkin saja mereka tidak sadari, yang mereka memiliki potensi didalamnya dan ingin mereka kembangkan. Sesederhana mengetahui bahwa mereka tertarik untuk memiliki teman baru diluar lingkungan tempat tinggal mereka.

Anyway, saat ini Sekolah Montessori Islam Adam Hawa cabang Kabupaten Maros, sedang membuka pendaftaran untuk tahun ajaran baru! Parent bisa mengklik link ini jika Parent memiliki pertanyaan seputar proses pendaftaran dan hal lainnya.  

Oke Parent sekian dulu artikel kali ini. Nantikan bagian duanya hanya di blog AdamHawa, blog dimana Parent bisa mendapatkan berbagai tips dan trik seputar parenting dan dunia anak ๐Ÿ˜Š

Sampai jumpa di bagian dua!

Wassalam!

Adam&Hawa

Author & Editor

0 comments:

Posting Komentar