Rabu, 04 Januari 2023

Parent harus tahu! Begini Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak Saat Musim Hujan

 Assalamu’alaikum, Parent! 😊

Hujan-hujan di sore ini, AdamHawa akan bagi tips seputar kesehatan nih Parent. Parent tahu kan kalau anak-anak tuh gampang terkena infeksi virus maupun bakteri apalagi di cuaca dingin seperti sekarang. Oleh karenanya, sangat penting bagi Parent untuk mengetahui cara menjaga daya tahan tubuh anak-anak apalagi selama musim penghujan seperti sekarang ini. Langsung disimak saja ya, Parent!  

Jika merujuk pada usia anak-anak, sistem imun atau sistem pertahanan tubuh mereka belum sepenuhnya terventuk hingga mereka berusia sekitar 8 tahun. Oleh karenanya mereka mudah terpapar oleh batuk, flu dan infkesi lainnya.

“Antara umur 6 – 18 bulan, anak secara khusus mudah terinfeksi karena antibodi yang diwariskan oleh ibu mereka melemah dan disaat yang bersamaan mereka belum membangun antibodi mereka sendiri.” Kata dr. Tommy Södergren, Konsultan Pediatrik Livi

Jika dirata-ratakan, anak akan terjangkit 8 – 10 pilek dalam setahun sebelum mereka menginjak usia dua tahun. Ini bukan merupakan tanda dari lemahnya imun melainkan —ini berarti mereka bersentuhan dengan banyak virus flu untuk pertama kalinya.

Kekebalan bekerja dalam dua cara. Pertama, ada kekebalan bawaan, yang merupakan bawaan sejak lahir, yang akan memberikan pertahanan umum. Lalu ada kekebalan adaptif yang merespons ancaman atau antigen yang kita temui, dan membuat ‘perangkat pertahanan’ yang dibuat khusus, yang disebut antibodi. Ini juga yang terjadi ketika kita divaksinasi dengan versi virus atau bakteri yang dilemahkan. Oleh karena anak-anak menghadapi begitu banyak infeksi baru, sistem kekebalan mereka selalu waspada

Namun karena memang pilek dan batuk sesekali tidak bisa dihindari oleh anak-anak. Tetapi Parent dapat melakukan tujuh langkah ini untuk mendukung sistem kekebalan tubuh anak. Disimak ya Parent

Pastikan mereka banyak istirahat

Ada pepatah yang mengatakan bahwa tidur nyenyak adalah obat terbaik, dan kualitas tidur memiliki hubungan yang erat dengan kekebalan. Memiliki waktu tidur yang cukup dapat membantu mengurangi peradangan dan memberi tubuh kita waktu untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dan disaat bersamaan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Ketika tubuh dalam keadaan tidak sehat dan sistem kekebalan tubuh sedang melawan ancaman virus atau bakteri yang mulai menginfeksi, respons kekebalan kita membuat kita merasa mengantuk karena sumber daya tubuh difokuskan untuk melawan infeksi atau memperbaiki cedera.

Photo by zhenzhong liu on Unsplash

Bayi dan balita membutuhkan setidaknya 11 jam semalam ditambah tidur siang di siang hari. Dari usia 4 hingga 9 tahun, anak-anak membutuhkan 9,5 hingga 11,5 jam semalam dan anak-anak yang lebih tua serta remaja membutuhkan antara 9 dan 10 jam semalam.

Rutinitas menjelang tidur yang baik adalah kunci untuk menenangkan anak yang sedang sakit ketika sudah waktunya mereka harus tidur. Mandi air hangat, lampu yang redup, dan waktu tenang akan membantu mereka rileks dan lebih tenang. Selain itu, hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah membatasi penggunaan layar sebelum tidur dan menjaga sirkulasi udara pada kamar dengan baik.

Pilih makanan yang tepat

Sistem kekebalan tubuh kita membutuhkan bahan bakar atau sumber energi yang tepat untuk melawan infeksi, dan penelitian memastikan bahwa makan banyak buah dan sayuran meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Bahkan membuat vaksin yang telah diterima oleh anak menjadi lebih efektif.

Nutrisi lain yang penting adalah protein —khususnya asam amino yang disebut arginin, yang ditemukan dalam daging, kacang-kacangan, dan buncis. Makanan ini juga mengandung banyak zinc, yang mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan dan diare pada anak. Yoghurt dan minuman probiotik meningkatkan kadar bakteri baik di usus, dan juga dapat membantu mengurangi risiko infeksi pernapasan.

Berolahraga

Menjaga agar anggota keluarga tetap aktif dapat membantu meminimalisir resiko pilek, khususnya pada anak-anak karena olahraga membantu sistem kekebalan ‘mencari’ dan menghancurkan infeksi, kata Dr Södergren. 'Musim dingin adalah musim saat infeksi seperti flu memiliki kemungkinan yang tinggi untuk menginfeksi karena kita menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, sehingga lebih mudah menularkan infeksi virus. Namun Parent tidak perlu khawatir jika anak-anak tidak bisa menghabiskan waktu di luar ruangan karena cuaca yang kurang mendukung. Parent bisa melakukan permainan yang cukup merangsang gerak anak atau mempraktekkan senam anak di dalam rumah.

Photo by Jakayla Toney on Unsplash

Hindari konsumsi antibiotik yang tidak perlu

Jangan meminta antibiotik kepada dokter saat anak sedang pilek, karena antibiotic tidak bekerja melawan virus yang menyebabkan pilek dan batuk, kata Dr Södergren. 'Satu-satunya hal yang akan terjadi adalah Anda akan menambahkan diare pada gejalanya.' Antibiotik juga dapat membuat kita lebih rentan terhadap infeksi karena mengganggu bakteri menguntungkan di usus. Alih-alih memberi antibiotik, hal yang bisa Parent lakukan adalah karena sebagian besar batuk dan pilek dapat diobati di rumah, Parent harus memastikan anak mendapat waktu istirahat dan minum air yang cukup. Jika diperlukan obat, parasetamol atau ibuprofen bisa menjadi alternatif.

'Dalam kasus yang jarang terjadi, anak-anak mendapatkan infeksi bakteri –seperti tonsilitis streptokokus, infeksi telinga, pneumonia –yang merupakan "komplikasi" flu,’ tambah Dr Södergren. 'Meski begitu, dalam banyak kasus antibiotik tidak diperlukan.'

Parent dianjurkan untuk meneemui dokter ketika gejala flu tidak kunjung membaik setelah satu pekan, jika semakin parah setelah tiga hari, atau jika suhu tubuh anak sangat tinggi. 'Pilek atau batuk adalah tanda bahwa sistem kekebalan bekerja untuk membersihkan tubuh dari antigen dan lendir dan gejala ini dapat bertahan beberapa saat setelah flu biasa,' Dr Södergren menegaskan. 'Jika gejalanya menetap selama lebih dari 6 minggu, temui dokter.'

Jaga kebersihan!

Tips yang juga tidak boleh Parent sepelekan adalah bagaimana kualitas kebersihan anak tetap terjaga. Pastikan anak-anak mencuci tangan dengan sabun dan air setiap kali menggunakan toilet dan sebelum makan. Untuk menghindari infkesi dari anggota keluarga yang sedang sakit, jauhkan sikat gigi anggota keluarga yang lainnya dan gantilah segera setelah gejalanya hilang. Selain itu, jangan gunakan saputangan –melainkan tisu untuk menghindari penyebaran kuman. Kebiasaan lain yang Parent harus perhatikan adalah cegah anak untuk menggosok mata atau mengunyah kuku. Ketika berada di lingkungan sekolah pastikan sebelum berangkat, masukkan tisu atau pembersih tangan ke dalam tas sekolah untuk memastikan mereka selalu dapat membersihkan tangan.

Photo by Joshua Lanzarini on Unsplash

Tapi jangan khawatir jika mereka menjadi sedikit kotor saat anak-anak bermain. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa terpapar kuman dan infeksi sehari-hari dapat memperkuat kekebalan tubuh, sementara menjaga kebersihan secara berlebihan mungkin tidak memberi pengaruh yang terlalu signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh anak.

Itulah tadi Parent, tips menjaga daya tahan tubuh anak saat musim penghujan seperti sekarang. Bukan hanya anak ya yang harus menjaga kesehatan, namun Parent juga sebagai orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama anak, juga harus sehat. Oleh karenanya, perkecil kemungkinan anak terinfeksi virus dan bakteri dari Parent, ya! Mencegah lebih baik daripada mengobati

Sampai jumpa di artikel selanjutnya! 😊

Wassalam!

Adam&Hawa

Author & Editor

0 comments:

Posting Komentar