Selasa, 10 Januari 2023

Parent, Yuk Bantu Anak Menentukan Tujuan Saat Tahun Ajaran Baru! (Bagian 2)

Assalamu’alaikum Parent!

Alhamdulillah, sejak hari senin kemarin sudah masuk tahun ajaran baru ya. Semoga bisa menjadi permulaan yang baik dan berkah bagi anak-anak untuk memulai ‘kembali’ aktivitas akademik mereka ๐Ÿ˜Š

Berlanjut kepada pembahasan yang kemarin terkait bagaimana membantu anak untuk menetapkan target atau tujuan ketika mereka memulai tahun ajaran baru di sekolah. Telah dibahas sebelumnya ya Parent kalau manfaat yang didapatkan anak-anak ketika mereka telah terbiasa untuk menetapkan tujuan sejak dini, Insyaallah mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang ‘punya arah’tahu apa yang mereka inginkan dan bagaimana cara untuk mencapainya. Anak-anak juga perlahan akan tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan mau bekerja keras untuk mencapai suatu tujuan.

Mengacu pada pembahasan kita yang terakhir tentang bagaimana peran Parent selaku orangtua dalam membimbing anak menetapkan dan mencapai tujuan mereka, berikut adalah kelanjutan tipsnya.

Brainstorming diskusikan bersama!

Ketika Parent menginginkan agar anak memegang kendali penuh atas tujuan yang hendak mereka capai, hal selanjutnya yang bisa Parent lakukan adalah mendiskusikan tujuan yang akan dicapai bersama dengan anak. Terkait hal ini, hal-hal yang bisa Parent praktekkan adalah dengan mengajukan pertanyan, seperti mata pelajaran apa yang anak tertarik untuk pelajari lebih dalam, kemampuan atau kekurangan dalam hal akademik yang ingin mereka tingkatkan atau perbaiki, pelajaran favorit atau kegiatan ekstrakurikuler favorit mereka di sekolah, dan pendapat dari orang-orang di sekolah anak terhadap kemampuan mereka dalam hal-hal spesifik.

Catat beberapa pertanyaan hingga terbentuk satu tujuan yang merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Untuk lebih memudahkan, Parent bisa membaginya menjadi dua, yaitu, tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang..

Bantu anak memperbaiki tujuannya

Setelah anak mendapatkan ide umum untuk tujuan atau sasaran yang ingin mereka capai, langkah selanjutnya adalah mempersempit apa yang secara spesifik ingin mereka capai—dan memastikan tujuan tersebut layak. Inilah saat Parent dapat membantu anak dalam menyempurnakan tujuan mereka menjadi sesuatu yang dapat dilakukan dan dicapai oleh mereka, di tingkat kelas mereka saat ini di dalam satu tahun akademik.

Misalnya, jika mereka ingin membaca keseluruhan seri suatu buku, bantu mereka memilih buku yang sesuai dengan tingkat bacaan mereka. Jika mereka mengatakan ingin bergabung dengan lima klub atau kegiatan ekstrakurikuler baru, Parent dapat merekomendasikan agar mereka mempertimbangkan berapa banyak waktu luang yang mereka miliki dan sesuaikan kembali dengan tujuan mereka. Jika mereka memiliki banyak keterampilan baru yang ingin mereka kuasai, Parent boleh menyarankan agar mereka mahir dalam satu keterampilan dahulu sebelum beralih ke keterampilan berikutnya.

Ada saatnya, Parent akan mendapati anak memiliki tujuan yang ‘terlalu tinggi atau tidak realistis sehingga Anda tidak yakin akan tercapai. Alih-alih memberi tahu anak bahwa menurut Parent mereka tidak dapat melakukannya, Parent dapat membantu menyempurnakan tujuan ini dengan cara memecahnya menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil

Sebut saja, ketika anak ingin masuk klub olahraga yang mensyaratkan tinggi tertentu, namun sayangnya anak belum mencapai batas minimalnya. Tugas Parent adalah membuat target ‘tidak realistis’ ini menjadi tujuan yang dapat dicapai secara perlahan. Parent bisa menyarankan anak untuk melakukan aktivitas-aktivitas lain yang dapat membantu pertumbuhan tinggi anak atau mengonsumsi makanan bergizi. Mungkin tidak secara langsung membuat anak bisa mengikuti klub basket tetapi secara perlahan akan membawa anak menuju target tersebut. Melalui hal ini, anak dapat belajar kembali bagaimana menghargai suatu proses dalam mencapai tujuan.

Kembangkan rencana

Setelah anak menentukan tujuan mereka, bimbing mereka melalui proses perencanaan bagaimana mencapainya. Brainstorming seperti yang telah dijelaskan sebelumnya juga dapat Parent terapkan dalam tahap ini. Ketika Parent mendapati bahwa tujuan atau target yang ingin dicapai anak terlalu besar, maka bantu mereka untuk ‘merencanakan kembali’ tujuan tersebut dengan memecahnya menjadi langkah-langkah kecil atau menjadi sebuah keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan besar. Untuk lebih memudahkan, Parent bisa membuatkan jadwal khusus terkait hal ini dan pantau anak apakah mereka konsisten mengikutinya setiap hari.

Selain itu, bentuk dukungan lain yang bisa Parent berikan dapat berupa afirmasi positif. Memberi afirmasi positif tentang bagaimana anak-anak telah berniat untuk mencapat satu tujuan adalah sesuatu yang telah menempatkan mereka di jalan yang benar. Jika ingin membantu, Parent sebaiknya harus lebih peka untuk merpertimbangkan bantuan apa –jika ada, yang anak-anak butuhkan. Sekali lagi, beri mereka ruang untuk memikirkan dan melakukan langkah-langkah yang akan mereka lalui saat mereka berusaha mewujudkan tujuan mereka.

Buat pengingat visual

Pengingat visual dapat berbentuk apa saja. Untuk anak-anak memerlukan upaya yang lebih besar untuk bisa fokus pada langkah-langkah, akan sangat membantu jika Parent menggunakan berupa anak-anak tangga –yang mewakili langkah atau proses yang harus anak lewati yang akan membawa mereka pada puncaknya. Di bagian paling atas atau puncak anak tangga tuliskan tujuan sebagai pencapaian akhir.

Dengan menggunakan model visual seperti ini, anak akan lebih mudah membayangkan langkah-langkah kecil (atau keterampilan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka yang lebih besar. Parent juga bisa menggunakan cara yang lebih sederhana seperti meminta anak menuliskan tujuannya dan menempelnya pada dinding kamar atau tempat yang sering mereka lewati untuk semakin membulatkan tekad mereka untuk mencapainya. Intinya, dalam bentuk visualisasi apapun  yang dapat mereka lakukan untuk mendokumentasikan tujuan mereka dan proses yang akan mereka gunakan untuk mewujudkannya dapat menjadi langkah yang efektif.

Apresiasi kemajuan dan kesukesan anak

Setelah membuat visualisasi, Parent perlu memantau sudah sejauh mana anak berproses. Secara berkala, lihat tangga tujuan bersama mereka dan tandai setiap langkah yang telah mereka capai. Ajak anak untuk 'merayakan' setiap kesuksesan kecil yang berhasil mereka capai. Ketika anak berjumpa dengan kegagalan dalam tujuan-tujuan kecilnya, ingatkan anak bahwa hal bernama kegagalan bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan. Berikan anak apresiasi dan pujian atas usaha yang telah mereka lakukan. Berikan saran jika anak mengalami kemunduran atau merasa lelah atau bosan di sepanjang jalan menyelesaikan tujuan-tujuan kecil. Pemberian apresiasi dan semangat dapat membantu anak menjaga momentum dan memahami bahwa kemajuan maupun kegagalan sama pentingnya yang akan membawa mereka ke tujuan akhir atau tujuan besar.

Pengalaman dalam menetapkan target atau tujuan saat kembali ke sekolah dapat membantu anak untuk berpartisipasi aktif dalam lingkup organisasi yang lebih besar, dalam hal ini adalah di lingkungan sekolah. Dengan berproses untuk mencapai target dan tujuan yang mereka miliki Parent secara tidak langsung telah mengajari mereka bahwa mereka adalah ‘perancang utama’ perjalanan akademis mereka. Ingatkan anak bahwa meskipun mencapai tujuan adalah sesuatu yang bagus, mereka tidak perlu khawatir jika ada yang tidak terpenuhi. Katakan bahwa mereka selalu dapat menyesuaikan kembali atau menetapkan tujuan baru yang lebih baik lagi selanjutnya. Melalui pengalaman menetapkan tujuan ini, anak dapat belajar dari tujuan yang gagal sama banyaknya dengan tujuan yang berhasil. Tidak mencapai tujuan mengajarkan anak bagaimana menjadi fleksibel, berpikir kritis, memecahkan masalah, resiliensi dan bagaimana mengatasi kekecewaan dan bangkit setelahnya.  

Sampai jumpa di artikel selanjutnya, Parent ๐Ÿ˜Š

Wassalam!

Adam&Hawa

Author & Editor

0 comments:

Posting Komentar