Selasa, 07 Februari 2023

Bagaimana Membicarakan Penyakit Serius dengan Anak

Assalamu’alaikum, Parent!๐Ÿ˜Š

Sakit adalah satu fenomena yang sepertinya dialami hampir semua manusia. Dan tergantung dari tingkat keseriusan penyakit yang diidap, kondisi sakit bisa menjadi satu pengalaman yang menakutkan. Bagaimana menjelaskan keadaan seseorang yang sedang sakit kepada anak? Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri karena tidak seperti orang dewasa, ada banyak hal yang belum mampu dipahami oleh anak-anak. Kondisinya mungkin akan menjadi lebih kompleks jika yang sedang sakit adalah orang-orang terdekat mereka, seperti ibu, ayah, saudara atau kakek dan nenek mereka.

https://unsplash.com/photos/6pcGTJDuf6M

Melindungi anak dari berita buruk seperti kondisi anggota keluarga yang sedang sakit adalah hal wajar, tapi sayangnya hal ini bukanlah ide yang bagus, jelas Claire McCarthy, MD. –seorang dokter anak di Boston Children’s Hospital. Dokter Claire menjelaskan lebih lanjut bahwa anak-anak dapat memahami sesuatu lebih dari apa yang disadari orang - dan kadang-kadang dapat membayangkan hal-hal menjadi lebih buruk daripada yang sebenarnya. Penting untuk membantu anak-anak mendapatkan pemahaman dan keterampilan atau keahlian yang mereka butuhkan untuk meringankan penyakit orang yang dicintai, serta untuk menghadapi masa-masa sulit yang tak terhindarkan di masa depan mereka.

Berbicara dengan seorang anak tentang penyakit serius: langkah pertama

Tentunya kondisi setiap anak dan setiap situasi berbeda. Namun berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dicoba saat Parent memikirkan tentang apa yang harus dikatakan — dan bagaimana mengatakan kondisi kesehatan seseorang kepada anak.

Pikirkan tentang tahap perkembangan anak. Ini adalah petimbangan yang sangat penting. Anak-anak yang lebih kecil tidak akan mampu memahami atau menangani terlalu banyak hal, sedangkan seorang anak remaja dapat memahami lebih banyak dan ingin serta perlu mengetahui lebih banyak. Walaupun begitu, anak-anak yang lebih kecil bisa sangat ‘konkret’, dan mungkin khawatir tidak hanya bahwa mereka dapat tertular penyakit, tetapi juga karena merasa orang tersebut menjadi sakit karena kesalahan mereka. Anak yang lebih besar dapat memahami dengan lebih baik keadaan dan kerumitan yang terjadi di sekeliling mereka dan akan memiliki kekhawatiran yang berbeda pula. Jika Parent tidak yakin dengan pasti pada spektrum perkembangan mana anak Parent berada sebaiknya bicarakan dengan dokter anak.

Diskusikan terlebih dahulu dengan pasangan. Kedua orang tua harus setuju tentang apa yang akan dikatakan dan bagaimana akan mengatakannya. Penting juga bagi Parent untuk berpikir bersama tentang konteks kehidupan anak, dan bagaimana berita terkait penyakit tersebut — akan memengaruhi mereka, sehingga Parent dapat bersiap untuk kejadian tak terduga yang dapat terjadi selanjutnya.

Temukan waktu saat Parent bisa duduk lama dan memberikan perhatian penuh pada anakParent mungkin tidak membutuhkan waktu lama, tetapi lebih baik memilikinya daripada tidak. Pada saat yang sama, ketahuilah bahwa ini merupakan percakapan pertama dari banyak percakapan; Parent tidak perlu menyampaikan semua informasi sekaligus. Sampaikan informasi secara perlahan, mungkin satu atau dua, lalu di waktu percakapan selanjutnya Parent boleh membicarakan informasi selanjutnya.

Buat menjadi lebih sederhana dan lugas. Karena, bahkan anak-anak yang lebih besar pun bisa kewalahan dengan banyak informasi yang terlalu detail. Untuk anak yang lebih kecil, buatlah informasinya sesederhana mungkin, seperti, "Ayah sedang sakit jadi untuk sementara waktu Ayah akan dirawat di rumah sakit. Adek bantu do’akan ya sementara dokter disana bekerja untuk membantu Ayah untuk sehat kembali." Sedangkan untuk anak yang lebih besar, informasi yang disampaikan mungkin dapat berupa, "Kak, sekarang, Ayah sedang menderita kanker. Kankernya ditemukan di paru-paru. Ayah di rumah sakit untuk pemeriksaan sementara dokter mencari cara terbaik untuk mengobati kankernya. Do’akan Ayah, ya Kak, semoga cepat sembuh" Gunakan istilah sederhana dan kalimat sederhana.

Jujur. Namun tidak berarti Parent perlu menceritakan setiap informasi yang memperlihatkan bahwa orang yang sedang sakit tersebut sangat menderita. Karena nyatanya hal ini jarang membantu. Tetapi Parent tetap harus mengatakan bahwa itu adalah penyakit yang serius. Beri tahu mereka apa yang mungkin terjadi selanjutnya, seperti jika orang tersebut mungkin kehilangan rambutnya akibat kemoterapi.

Jangan sembunyikan perasaan ParentJika Parent sedih atau khawatir, maka diungkapkan saja, ya Parent. Dengan demikian anak-anak juga tahu bahwa tidak apa-apa bagi mereka untuk merasa seperti itu. Saat Parent melewati situasi tersebut, Parent perlu menemukan cara yang sehat untuk mengatasi kesedihan dan kekhawatiran, karena anak akan turut memperhatikan. Jika memang diperlukan, Parent boleh membuat janji dengan seorang ahli kesehatan mental untuk membantu Parent dan anak.

Bicara tentang para ‘penolong’. Parent bisa mencoba bercerita kepada anak tentang peran-peran ‘penolong’ dalam kehidupan nyata seperti seperti petugas pemadam kebakaran yang siap membantu bahkan dalam situasi yang menakutkan. Dari sana, kaitkanlah tentang dokter dan perawat serta orang lain yang ada di rumah sakit yang akan membantu orang-orang yang sedang sakit untuk bisa segera sembuh.

Berbicara tentang penyakit serius: jawab pertanyaan dan beri ruang untuk perasaan

Bicara tentang bagaimana kondisi ‘sakit’ akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Anak-anak dari segala usia tentu akan mengkhawatirkan hal ini. Namun, Parent bisa memberikan pemahaman bahwa Parent juga sedang memikirkan hal tersebut dan merencanakannya. Parent dapat melakukan brainstorming bersama tentang cara mengelola perubahan yang diperlukan. Yakinkan anak bahwa mereka yang sakit akan dirawat dengan baik.

Buat anak untuk mengajukan pertanyaan apa pun yang mereka miliki. Jawablah pertanyaan-pertanyaan itu dengan jujur.

Bersiaplah untuk reaksi apa pun. Anak-anak mungkin kesal - tetapi mereka juga mungkin marah, atau tidak bereaksi sama sekali. Reaksi dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti perubahan perilaku atau anak mulai bertingkah di sekolah. Selain itu, anak-anak mungkin memerlukan waktu untuk menyerap informasi, sehingga reaksi mereka mungkin tertunda — atau bervariasi dari hari ke hari. Oleh karenanya, bangun kebiasaan rutin untuk melakukan lebih banyak percakapan, berikan informasi tambahan, melihat bagaimana keadaan anak, dan melihat apakah mereka punya pertanyaan baru yang ingin ditanyakan.

Meminta bantuan. Ketika Parent menemukan sesuatu yang tidak biasa, Parent jangan langsung bertindak ya dan segera bicarakan dengan para profesional seperti dokter anak. Jika perlu, Parent boleh meminta untuk dibuatkan rujukan ke ahli kesehatan mental. Parent juga bisa mendapatkan support dari kumonitas setempat, seperti misalnya, kelompok pengajian atau komunitas lainnya.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa dibutuhkan seluruh anggota desa untuk membesarkan seorang anak, dan ini terutama terjadi ketika seseorang yang disayang oleh seorang anak sedang sakit. Tetap semangat ya Parent –terutama bagi Parent dan keluarga yang saat ini sedang berjuang melawan satu penyakit. Sebagai manusia kita ikhtiarkan yang terbaik dan serahkan hal-hal yang berada di luar kendali kita kepada Allah SWT.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya ๐Ÿ˜Š

Wassalam!

Referensi:

McCarthy C, MD. (14 Januari 2020). How to Talk to Children About the Serious Illness of a Loved One. Blog Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/how-to-talk-to-children-about-the-serious-illness-of-a-loved-one-2019120218468.

 

 

Adam&Hawa

Author & Editor

0 comments:

Posting Komentar