Jumat, 17 Februari 2023

Enam Aspek Penitng yang Perlu Parent Perhatikan Ketika Berbicara Tentang Vaksin Kepada Anak

Pemberian vaksin maupun imunisasi bisa menjadi sesuatu yang menakutkan bagi anak-anak. Jika mereka masih bayi, mungkin ketidakinginan mereka bisa diatasi dengan sedikit ‘paksaan’ dari orang tua. Namun kondisinya tentu berbeda bagi anak-anak yang sebelumnya sudah merasakan ‘sakitnya’ disuntik –misalnya anak yang mendapatkan vaksin di bangku sekolah dasar, mereka telah mampu mendeklarasikan rasa takut mereka terhadap vaksin selanjutnya dengan cara merajuk, menolak secara gambalang atau bahkan mungkin dengan cara enggan untuk datang ke sekolah.

Apa sih yang bisa dilakukan orang tua untuk meminimalisir segala macam drama yang biasa terjadi selama masa vaksinasi maupun imunisasi?

Kimberly Giuliano MD, seorang dokter anak memberikan kutipan

Sangat penting bagi anak-anak untuk memahami bahwa apa yang orang tua lakukan untuk mereka –memberi vaksin misalnya adalah semata untuk membantu mereka tetap sehat dan aman”

Nah dari penjelasan singkat di atas kita garis bawahi kata kuncinya Parent, yaitu anak-anak harus tahu dan paham bagaimana vaksin dan imunisasi memberikan mereka perlindungan. Masih di kutip dari penjelasan dokter Kimberly Giuliano, MD, menjelaskan tentang vaksin dapat dimulai dari beberapa aspek dibawah ini:

Vaksin membantu mereka tetap aman

“Baik itu vaksin COVID atau vaksin lainnya, sangat penting bagi anak-anak untuk memahami mengapa kita memberi mereka vaksin,” kata Dr. Giuliano. “Kita tidak memberi mereka vaksin untuk ‘menjahati’ mereka, namun untuk mencegah penyakit.”

Parent harus memberikan penjelasan kepada anak bahwa mendapatkan vaksinasi adalah cara terbaik bagi mereka untuk dapat kembali ke aktivitas dan pengalaman yang paling akan mereka rindukan ketika mereka tidak melakukannya karena sakit, seperti, sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, perkemahan musim panas, dan liburan. Itu juga satu-satunya cara untuk melindungi orang lain.

https://unsplash.com/photos/0BxCCsjyUxU

“Memvaksinasi semua orang di sekitar mereka benar-benar membantu mencegah dan mengurangi risiko penyebarannya satu sama lain,” kata Dr. Giuliano.

Menyanggah rumor yang ada

Ada banyak berita dan rumor seputar vaksin yang beredar di luar sana. Baik orang tua maupun anak-anak terkadang ‘termakan’ dengan berita tersebut tanpa benar-benar tahu yang sebenarnya.

“Tanyakan kepada anak apa yang mereka dengar tentang vaksin sehingga sebagai orang tua, kita mengetahui dan mengerti asal rumor tersebut,” kata Dr. Giuliuno. “Mungkin mereka 100% setuju dengan penjelasan kita, dan percakapan ini akan berlangsung sangat cepat dan mudah, atau mungkin mereka memiliki beberapa pertanyaan dan kekhawatiran.”

Memberi mereka kesempatan untuk mengungkapkan pertanyaan dan kekhawatiran tersebut memungkinkan Parent untuk mengatasinya secara langsung. Setelah anak mengungkapkan apa pendapat mereka tentang vaksin, peran Parent setelah mendengarkan mereka adalah memberikan penjelasan yang sebenar-benarnya, memberikan fakta-fakta terkait vaksin dengan cara yang sederhana, sehingga dengan jawaban tersebut dapat meyakinkan anak bahwa Parent membuat keputusan ini demi kesehatan dan keselamatan mereka.

Bicara tentang efek samping

Jika seseorang dalam keluarga Parent mengalami efek samping negatif dari vaksin, seperti misalnya vaksin COVID-19 atau jika anak mengenal orang lain yang mengalaminya, mereka mungkin takut mengalami pengalaman serupa.

Banyak orang tidak mengalami efek samping dari vaksin, tetapi beberapa mengalaminya; untungnya, efek samping tersebut biasanya ringan dan berumur pendek. Berikut ini beberapa gejala umumnya:

  • Nyeri lengan.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Demam dan/menggigil.

Jelaskan kepada anak bahwa potensi efek samping apa pun, meskipun tidak diinginkan, lebih baik daripada terjangkit penyakit yang sebenarnya.

“Saya sering menggunakan penjelasan untuk vaksin apa pun bahwa penyakitnya jauh lebih buruk daripada suntikan yang sebenarnya atau efek samping yang mungkin timbul dari vaksin tersebut,” kata Dr. Giuliano.

Anak mungkin dengan polosnya akan bertanya tentang apa pengaruh vaksin terhadap tubuh mereka. Jika seperti itu, Parent bisa membantu dengan memberi penjelasan kira-kira seperti di bawah ini:

“Bunda jelaskan pelan-pelan ya, Dek. Jadi saat tubuh kita sedang sakit, tubuh kita akan ‘melawan’ kuman dan setelahnya kita akan merasa lebih baik lagi. Nah, saat tubuh kita ‘melawan’ kuman yang masuk tadi, tubuh akan mulai mengingat seperti apa rupa si kuman yang menyerang ini. Jadi kalau kuman ini masuk lagi ke tubuh kita, tubuh kita akan langsung kenal sama kumannya dan akan membuangnya keluar dari tubuh. Tetapi adek tahu tidak kalau ada beberapa kuman yang sangat jahat dan tentunya kita tidak mau kan sakit karenanya.”

 

“Vaksin yang ada di dalam tubuh adek akan mengajarkan tubuh kita seperti apa kuman yang benar-benar jahat ini. Kemudian, jika suatu hari, Qodarullah kuman itu masuk ke dalam tubuh adek, tubuh adek sudah kenal sekali dengan kuman jahatnya dan dengan cepat melawannya.”

Menceritakan kembali tentang ‘keamanan’ vaksin

Remaja yang lebih tua mungkin memiliki pertanyaan tentang tingkat ‘keamanan’ vaksin itu sendiri. Orang tua dan wali adalah orang dewasa yang paling dipercaya remaja, oleh karenanya manfaatkan peran Parent sebagai orang tua untuk membantu menghilangkan kekhawatiran anak dengan meyakinkan mereka bahwa vaksin itu aman.

Jelaskan bahwa vaksin tidak serta merta diberikan kepada mereka. Jelaskan bahwa sebuah vaksin harus menjalani pengujian yang signifikan sebelum disetujui dan disebarkan kepada masyarakat, termasuk dengan kelompok usia mereka.

Parent bisa memberi contoh dengan vaksin covid yang mungkin sampai hari ini masih akrab di telinga anak-anak. Setelah pengujian dan analisis yang ketat, ketiga vaksin yang disetujui oleh FDA telah terbukti aman dan efektif. Misalnya saja vaksin COVID 19 jenis Pfizer. Sebelum tersedia untuk umum, vaksin Pfizer telah diuji secara menyeluruh secara khusus untuk mengetahui keamanan dan keefektifannya pada anak usia 12-15 tahun.

“Anak-anak saat ini menerima vaksin yang sama persis dengan orang dewasa, tanpa perbedaan dosis atau kandungan,” Dr. Giuliano menjelaskan. “Tidak ada risiko tambahan, dan anak-anak mentolerir vaksin Pfizer sangat mirip dengan orang dewasa dalam hal efektivitas dan keamanan.”

Persiapkan mereka untuk hari pemberian vaksin

“Cara terbaik mempersiapkan anak untuk vaksin adalah memberi tahu mereka apa yang akan terjadi,” kata Dr. Giuliano.

Bicarakan apa yang akan terjadi pada hari ketika anak-anak akan menerima vaksin pertama mereka, termasuk di mana mereka akan mendapatkannya, bagaimana segala sesuatunya akan bekerja dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Dan meskipun Parent mungkin tergoda untuk memberi anak pereda nyeri sebelum menerima vaksin, Dr. Giuliano menyarankan untuk tidak melakukannya, karena obat tersebut menurunkan respons antibodi tubuh.

“Agar vaksin menjadi paling manjur, sebaiknya kita tidak mengganggu apa yang dilakukan tubuh kita,” katanya.

Setelah mendapatkan penjelasan yang panjang dari Parent anak-anak mungkin akan masih merasa gugup dan takut, apalagi jika itu merupakan pemberian vaksin pertama mereka. Parent boleh memberikan afirmasi seperti dibawah ini:

“Bunda paham kok kalau adek gugup tentang suntikan dan itu sangat normal. Bunda juga dulunya takut sebelum di vaksin. Bunda juga sebenarnya tidak suka dengan rasa suntikannya. Tapi beruntungnya, sakitnya juga cepat hilang kok, dek. Jadi waktu itu, bunda coba bernapas perlahan. Saat itu bunda juga coba untuk ingat dengan momen-momen menyenangkan, jadinya rasa suntikannya bisa berkurang. Tidak apa-apa ya dek. Adek pasti bisa. Bunda akan menemani adek selama vaksin nanti, jadi jangan khawatir lagi, ya!”

https://unsplash.com/photos/TDoPeUSOD1c

Ceritakan pengalaman Parent!

Orang dewasa yang sudah divaksinasi dapat dijadikan sebagai ‘iklan berjalan’ untuk vaksin tersebut.

“Bagikan kisah vaksin Anda sendiri dengan mereka,” kata Dr. Giuliano. “Berbagi dengan mereka pentingnya vaksin: bagaimana vaksin itu aman, efektif, dan dapat membantu kita kembali ke apa yang kita dambakan dalam kehidupan normal.”

Referensi:

How to Talk to Your Kids About Getting Vaccinated. https://health.clevelandclinic.org/how-to-talk-to-your-kids-about-getting-vaccinated/. Diakses pada 17 Februari 2023

Florence, C. Blog PBs Kids – for Parents. https://www.pbs.org/parents/thrive/how-to-talk-to-your-child-about-vaccines. Diakses pada 17 Februari 2023.

Adam&Hawa

Author & Editor

0 comments:

Posting Komentar