Jumat, 03 Februari 2023

Parent Harus Tahu! Begini Caranya Membangun Kemandirian Pada Anak

Assalamu’alaikum, Parent!

Hari ini AdamHawa akan membahas tentang sifat kemandirian pada anak. Apakah sifat kemandirian penting diajarkan sejak dini? Bagaimana cara menumbuhkan kemandirian pada anak-anak? Langsung disimak saja ya Parent!

Kemandirian adalah salah satu sifat yang dibawa anak-anak sejak lahir. Hal ini dapat Parent buktikan ketika melihat bayi yang mencoba menyuapi dirinya sendiri. bersikeras melepas popoknya sendiri, atau saat menginjak usia balita mereka terkadang berinisiatif untuk berpakaian sendiri atau menyalakan keran di wastafel.

Mengembangkan kemandirian adalah kesempatan yang tidak boleh Parent lewatkan untuk membangun rasa percaya diri dan self-esteem atau rasa menghargai diri sendiri pada anak— dan memberikan respon terbaik ketika dihadapkan pada situasi yang tidak menyenangkan dan juga melatih ketekunan!

Walaupun begitu, wajar kok Parent kalau sebagai orang tua, Parent akan sulit untuk tidak khawatir atau mengeluh ketika anak-anak yang sedang aktif-aktifnya berlomba-lomba untuk menaiki tangga, memanjat, dan kemudian mencoba menuangkan segelas susu untuk diri mereka sendiri. Membiarkan anak-anak melakukan tugas sering kali berarti bahwa tugas tersebut akan memakan waktu dua kali lebih lama — dan menjadi tiga kali lebih berantakan ๐Ÿ˜Š. Selain itu mungkin Parent juga akan merasa sedih dan sulit ketika melihat anak dengan giat mencoba, gagal, lalu merasa frustrasi atau kecewa.

Berikut ini beberapa cara sederhana yang bisa Parent coba untuk mengasah kemandirian pada anak.

Tetapkan rutinitas yang dapat diprediksi

Ini mungkin tampak mengejutkan, tetapi menetapkan rutinitas yang konsisten penting untuk memelihara kemandirian. Sama seperti orang dewasa, ketika anak-anak dapat mengantisipasi hari mereka, mereka lebih siap untuk mengambil tanggung jawab. Jangan bingung dengan jadwal (walaupun keduanya mungkin tumpang tindih), rutinitas adalah rangkaian aktivitas apa pun yang terjadi sepanjang hari. Bahkan aktivitas sederhana seperti menyikat gigi merupakan sebuah rutinitas, karena memiliki beberapa langkah yang selalu dalam urutan yang sama: menyalakan air, membilas sikat gigi, memakai pasta gigi, menyikat, membilas, mengeringkan tangan dan mulut. Demikian pula, ketika anak-anak kembali ke rumah setelah bermain di luar –mereka akan melakukan beberapa aktivitas seperti belajar meletakkan alas kaki dengan rapi, mengucap salam sebelum masuk rumah hingga mencuci tangan.


Saat anak-anak mengalami satu rutinitas berulang kali, mereka belajar untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya, dan mereka mulai memikul lebih banyak tanggung jawab dengan lebih sedikit bantuan. Jika Parent membiarkan anak-anak melakukan beberapa pekerjaan persiapan, seperti mengoleskan pasta gigi ke sikat giginya, atau menemukan mainan yang dimainkannya kemarin, mereka akan melakukan dan mengulangi langkah-angkah tersebut dengan frekuensi yang lebih sering tanpa melibatkan orang lain. Selanjutnya, Parent diharapkan menyampaikan kepada mereka bahwa Parent percaya pada kemampuan mereka untuk melakukan langkah-langkah ini tanpa campur tangan Parent maupun orang dewasa lainnya dan meyakinkan mereka bahwa Parent akan selalu ada ketika mereka kesulitan atau membutuhkan bantuan.

Biarkan anak memilih

Cara lain untuk mendukung kemandirian anak adalah dengan memberi mereka pilihan. Libatkan anak-anak dalam memutuskan apa yang akan dikenakan, apa yang akan dimainkan atau siapa yang akan dihubungi. Namun ini tidak harus berarti mereka memiliki kehendak yang bebas ya Parent. Sediakan dua atau tiga pilihan, lalu puji kemampuan hebat mereka atas piliha yang telah mereka! Memberikan pilihan sangat berharga ketika anak-anak –khususnya anak prasekolah ketika Parent bersikeras melakukan sesuatu dengan cara mereka. Misalnya, ketika mereka mungkin berinisiatif untuk menyeberang jalan sendiri –yang jika dilihat dari kondisi jalan raya yang ramai merupakan sesuatu yang berbahaya. Dengan menawarkan pilihan – seperti memegang tangan atau digendong – anak-anak dapat merasa diberdayakan dan dipercaya atas keamanan mereka meskipun secara tidak langsung Parent menjaganya tetap aman.

Biarkan anak membantu

Anak-anak memiliki sifat yang suka membantu! Selain membangun kemandirian, ini adalah celah yang Parent dapat manfaatkan untuk menenangkan mereka ketika mereka sedang tantrum atau sebagai bentuk pengalihan perilaku dengan memberi mereka a sense of control atau pengendalian diri. Ketika Parent mengizinkan anak-anak untuk membantu, Parent telah memupuk kepercayaan diri mereka dan memberi mereka kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru. Meskipun ini mungkin melibatkan penambahan satu atau dua langkah ekstra, ini juga merupakan cara yang bagus untuk melibatkan anak dalam rutinitas dan aktivitas sehari-hari.

Misalnya, saat membuat telur orak-arik, orang dewasa mungkin langsung menuangkan susu ke dalam mangkuk dan langsung membuang cangkangnya ke tempat sampah. Sebagai alternatif, pertimbangkan untuk menuangkan susu ke dalam cangkir atau kendi kecil dan mintalah anak untuk menuangkannya ke dalam mangkuk. Demikian juga, kumpulkan kulit telur dalam mangkuk kecil dan minta anak untuk membantu membuangnya ke tempat sampah.

Sekali lagi, Parent berkomunikasi dengan anak-anak bahwa Parent memercayai mereka untuk melakukan tugas-tugas tersebut dan momen-momen tersebut memberi kesempatan terbentuknya percakapan dua arah dengan anak untuk mencapai tujuan bersama. Anak-anak akan lebih cenderung bersemangat dan senang karena memakan makanan yang mereka bantu siapkan. 

Biarkan anak membantu pekerjaan rumah

Namun tentu saja, tugas rumah yang dimaksud disini akan berbeda dengan apa yang dikerjakan anak-anak yang sudah lebih dewasa, tetapi hal ini adalah batu loncatan penting untuk mempersiapkan aank-anak terhadap tugas yang lebih besar ketika mereka dewasa. Banyak penelitian yang mengemukakan manfaat pemberian pekerjaan rumah untuk anak-anak adalah sebagai cara membangun rasa tanggung jawab dan kemandirian, mengajarkan kerja sama tim, dan memelihara rasa empati.

Tugas-tugas sederhana seperti membereskan mainan yang sudah dipakai atau memasukkan pakaian yang sudah mereka pakai ke dalam keranjang pakaian kotor memungkinkan anak memiliki tanggung jawab yang wajar dan membantu menjaga rangkaian rutinitas sepanjang hari. Bahkan, tugas-tugas ini dapat dimasukkan ke dalam rutinitas harian Parent. Misalnya, bagian dari rutinitas waktu makan, anak-anak dapat menolong untuk membawa piring mereka sendiri ke wastafel.

Biarkan anak memecahkan masalah

Pastikan untuk mengizinkan anak untuk mencoba hal-hal yang sulit dan memecahkan masalah (kecil) sendiri. Sering kali, orang tua memproyeksikan stres atau frustrasi kita kepada anak-anak padahal sebenarnya mereka adalah pemecah masalah yang berbakat. Saat anak pertama kali belajar merangkak atau berjalan, kita harus membiarkan mereka jatuh. Demikian pula, ketika anak-anak belajar memakai sepatu, kita harus membiarkan mereka memakai sepatu yang salah. Tunggu sampai anak meminta bantuan atau berikan sedikit petunjuk untuk membawanya ke langkah berikutnya.

Memberi anak tugas-tugas yang sedikit menantang, tetapi masih dalam ranah apa yang dapat mereka lakukan dengan sedikit dukungan, membantu mereka belajar mengatasi frustrasi, memecahkan masalah, dan mengatasi situasi yang menantang. Parent boleh mengakui bahwa ada sesuatu yang sulit dan beri tahu mereka bahwa Parent bangga dengan memberikan pujian karena mencoba hal-hal baru atau sulit. Namun, pastikan untuk memuji usaha daripada hasil atau keterampilan: "Bunda bangga dengan adek karena bisa bertahan dengan itu bahkan ketika itu menjadi sulit," daripada mengatakan, "Kamu sangat pandai mengikat sepatumu!"

Mendorong anak melakukan aktivitas

Aktivitas yang dapat mencakup apa saja mulai dari mewarnai, membangun puzzles hingga kerajinan tangan, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk memusatkan perhatian mereka pada aktivitas yang memerluka jangka waktu tertentu. Mengomentari dan memuji pekerjaan anak memberi mereka rasa pencapaian dan harga diri, dan memuji usaha anak berarti Parent sudah membantu perkembangan keberanian. Ketika Parent mendorong anak untuk terus mencoba merangkai manik-manik menjadi kalung, Parent secara tidak langsung menyampaikan kepada mereka bahwa Parent percaya pada kemampuan mereka untuk melakukan sesuatu, yang diterjemahkan menjadi kepercayaan diri dan, setelah dia berhasil, akan menjadi sebuah pencapaian dan kebanggaan.

Memilih permainan ‘bebas’

Bermain mandiri dan permainan yang tidak terstruktur sangat penting untuk menumbuhkan kreativitas, pemecahan masalah dan otonomi. Namun, sebagian besar anak prasekolah masih membutuhkan (dan menginginkan!) keterlibatan orang tua selama waktu bermain yang tidak terstruktur.

Tawarkan anak prasekolah berbagai bahan seni (krayon, spidol, kapur tulis, cat jari), bahan bangunan (balok mini, MagnaTiles, Lego) atau alat peraga permainan imajiner dan biarkan mereka membuat kerajinan atau permainan mereka sendiri! Parent juga bisa memasukkan bahan yang bukan mainan sama sekali. Bahan daur ulang dan daur ulang, seperti gulungan handuk kertas, tabung kopi, dan kotak sereal dapat digunakan berkali-kali. Gulungan handuk kertas bisa berupa teleskop, tabung, mobil, pesawat, tongkat ajaib. Kotak sereal bisa menjadi gudang untuk hewan, blok bangunan atau batu loncatan.

Amati anak dan perhatikan apa yang membuat mereka tertarik. Satu anak mungkin tertarik untuk menumpuk dan membangun, sementara yang lain ingin bermain rumah-rumahan. Gunakan pengamatan ini untuk memandu dan memperluas permainan mereka. Jika mereka tampak bingung, Parent dapat mencontohkan solusinya atau mengomentari tindakan mereka, lalu mendorong mereka untuk mencoba lagi sendiri.

Ketika Parent menonton, cobalah untuk tidak ikut campur ya ๐Ÿ˜ŠParent mungkin mengomentari apa yang mereka lakukan dan memuji upaya mereka, tetapi jangan lakukan pekerjaan itu untuk mereka. Misalnya, jika mereka menumpuk kaleng, Parent bisa berkomentar, “Wah. Adek sedang membuat menara yang tinggi ya?”

Apa yang harus dikatakan saat mereka bekerja dan bermain

Selain memberikan kesempatan bagi anak untuk membangun kemandirian, penting bagi Parent untuk memberi tahu mereka bahwa Parent melihatnya — usaha mereka, kegigihan mereka, keberanian mereka, pertumbuhan mereka. Dengan menawarkan umpan balik verbal, Parent memberikan perhatian positif pada kualitas yang ingin Parent kembangkan pada anak dan membuat perilaku ini lebih mungkin terjadi lagi.

Apa yang kami sebut keterampilan “PRIDE” adalah strategi yang telah terbukti membantu meningkatkan perilaku positif pada anak kecil:

  • PRAISE: puji perilaku anak yang pantas. Ini membantu meningkatkan perilaku spesifik yang saat ini Parent kembangkan untuk mereka dan berkontribusi pada interaksi yang hangat dengan anak. Misalnya, "Bunda bangga dengan kakak karena tidak menyerah dengan teka-tekinya!"
  • REFLECT: mencerminkan ucapan yang sesuai. Ini membantu menunjukkan kepada anak bahwa Parent mendengarkan dan memahami mereka. Misalnya, anak berkata, “Bunda, kakak sedang membuat menara!” Parent kemudian bisa merespon dengan berkata, "Wah, iya benar, menaranya bagus ya, Kak!"
  • IMITATE (Imitasi) perilaku dan permainan yang sesuai. Ini memberikan perhatian positif (hadiah paling kuat) pada perilaku yang baik dan mendorong kerja sama. Misalnya, saat anak membangun menara, Parent juga mulai menumpuk balok.
  • DESCRIBE (Deskripsikan) perilaku anak yang sesuai. Ini memperkuat permainan positif anak dan menarik perhatian mereka ke sana. Parent mungkin berkata, "Bunda lihat, adek sedang menggambar Pelangi, ya!" atau, "Kami sedang membangun menara bersama."
  • Jadilah ENTHUSIASTIC (Antusias)! Hal ini membuat interaksi Parent terasa lebih hangat dan membuat anak menjadi tertarik. Misalnya, Parent dapat menggunakan suara yang lucu, melebih-lebihkan emosi saat berbicara, dan sering tersenyum.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya ๐Ÿ˜Š

Wassalam!

Referensi:

Levine A., Philips L. (8 Februari 2022). How to Build Independence in Preschoolers. Childmind.org. https://childmind.org/article/how-to-build-independence-in-preschoolers/#full_article.

 

 

 

Adam&Hawa

Author & Editor

0 comments:

Posting Komentar